Prasasti Trenggalek

Prasasti Trenggalek
1272/1287 saka (1350/1365 M)
Aksara : Majapahit
Trenggalek, Jawa Timur

 source : Leiden Library,

 

OD-1518

11 responses to “Prasasti Trenggalek

    • di Shelfmark OD-1518 cuman tertulis gitu jew, entah kalo di Indonesia disebut apa, gitu yach, tp postingan pian tak kalah manis … wkwkwk …. bli liatin yg Batu pahat, sungai tekarek yg di kalimantan gie, huruf apa yach itu … ?

      • pernah kepikiran, kalo penguasa yang kuat, biasanya ngerubah huruf dari aksara sebelumnya yg dipakai, entah untuk ciri khas atau hal lainnya, tp harus bener2 kuat/berpengaruh tuh penguasa, benar ndak yach ? kalo penguasa yg biasa2 saja biasanya ndak mampu kayak gini, contoh terakhir era pak Karno ama pak Harto … right ?

  1. Iya, kalo yang di situ aksaranya llebih kursif.
    Mungkin tergantung media pemahatannya ya? kalo di batu kan susah ngukir aksara yang dekoratif kaya aksara di atas.

  2. Quote: “pernah kepikiran, kalo penguasa yang kuat, biasanya ngerubah huruf dari aksara sebelumnya yg dipakai, entah untuk ciri khas atau hal lainnya, tp harus bener2 kuat/berpengaruh tuh penguasa, benar ndak yach ? kalo penguasa yg biasa2 saja biasanya ndak mampu kayak gini, contoh terakhir era pak Karno ama pak Harto … right ?”

    Kalau bicara kemungkinan, mungkin-mungkin saja. Apa mungkin ada catatan mengenai hal ini? Soalnya kalau dilihat pembagian tugas manusia di zaman HIndu, fungsi pendeta masih di atas raja. Juga, biasanya pendeta yang punya andil untuk mengajari para anggota kerajaan/ kalangan lainnya (termasuk calistung). Jika benar hanya para Brahmin yang punya andil dalam pengajaran, berarti para Brahmin ini juga punya andil dalam perkembangan aksara.

    Masih mungkin….

    • sangat mungkin, ak jadi teringat tulisan/bacaan ttg majapahit, disitu juga diceritakan bahwa para Pendeta ikut andil dalam pengambilan keputusan dan atau bahan pertimbangan dalam suatu tindakan raja atau mahapatih, mungkin para Pendeta yang udah tingkat Begawan yach …. kalo mnrt saya sie, para Pemuka Agama seharusnya yach ngerti berbagai hal, dlm artian ndak hanya ahli agama aja, tp juga bidang2 lain, jadi kalo ada permasalahan dapat mengkaitkan masalah2 dihadapi dengan intisari agama, shg segala tindakan dapat diartikan persembahan dari sang pemuka agama maupun kalangan istana, dan seluruh rakyat untuk Yang Maha Tinggi, jadi kemungkinan besar hasilnya pasti menjadi ‘wise’ … kalo untuk para Brahmin punya andil dalam perkembangan aksara juga sangat mungkin, paling tidak, mereka pasti tahu bahasa yg di kitab2 suci, krn pasti ada kata2/kalimat2/ungkapan2 yg hanya pas dan benar kalo memakai bahasa asli dari kitab2 suci, kalo diterjemahkan, meski dapat, tp ak rasa kurang pas/greget di hati ….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s