Prasasti Logam

Prasasti Logam Ditemukan
di Gunung Semeru
01 Desember 2006

source : fariedrizky,

Malang, Kompas – Selain upaya penggalian situs Singosari yang keberadaannya terancam pembangunan permukiman, di kawasan Gunung Semeru juga ditemukan prasasti logam. Penemuan prasasti dalam bentuk lima lembaran logam di Desa Ngadas, Kabupaten Probolinggo, itu mengisyaratkan sangat pentingnya kawasan Jawa Timur (Jatim) di masa lalu.

Prasasti yang juga memperkuat adanya situs peninggalan bersejarah di lereng Gunung Semeru, meskipun sampai saat ini belum banyak dieksplorasi guna pendataan dan pendokumentasian yang bermanfaat untuk komparasi temuan benda bersejarah di lereng gunung.

Hal itu dikatakan Ketua Ikatan Ahli Arkeologi (IAAI) Wilayah Jatim Dwi Cahyono di Malang, akhir pekan lalu. “Penemuan benda-benda bersejarah di lereng Gunung Semeru masih relatif sedikit, padahal kemungkinan wilayah tersebut menyimpan banyak sekali peninggalan,” kata Dwi.

Gunung Semeru dengan puncaknya Mahameru ini merupakan wilayah “antara” dari prosesi peradaban masa akhir Majapahit sekitar abad XIV untuk memuliakan puncak Mahameru. Wilayah “antara” yang dimaksud itu berada di antara wilayah di kaki lereng Gunung Semeru seperti wilayah Tumpang, Jabung, dan Senduro, tempat-tempat banyak ditemukan peninggalan candi kuno.

Beberapa prasasti dan candi di lereng gunung tersebut antara lain Candi Walandit, Candi Kidal, Candi Jago, dan Prasasti Pakis Wetan. Menurut Dwi, tidak mustahil di wilayah “antara” itu masih banyak terpendam peninggalan bersejarah sebagai bagian yang dilalui untuk perjalanan suci menuju puncak Mahameru.

“Saat ini juga ditemukan berbagai informasi penting di wilayah “antara” tadi. Di antaranya di tepi Sungai Cokro bagian Bukit Cungkup di Desa Benjor ada peninggalan bangunan dengan struktur batu bata merah kuno,” kata Dwi.

Selain di Benjor, masih lagi di wilayah lainnya seperti di Desa Ngadas dengan penemuan bekas bangunan kuno dengan struktur bangunan batu bata merah kuno pula. Kemudian di wilayah Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, atau lebih atas lagi dari wilayah Kecamatan Tumpang menuju arah Gunung Semeru ditemukan bekas-bekas bangunan kuno yang terletak di sebelah timur Sungai Amprong.

Bangunan kuno di Desa Pandansari tersebut berada di tiga puncak bukit kecil. Selanjutnya, tak begitu jauh dari wilayah tersebut, persisnya di dekat air terjuan Coban Pelangi, dijumpai punden berundak.

Tantangan
Hingga kini belum ada penggalian data secara detail peninggalan-peninggalan bersejarah di lereng Gunung Semeru itu. Ini merupakan tantangan untuk dikerjakan, agar bisa dijadikan bahan perbandingan peradaban masyarakat masa lalu dari lereng Gunung Semeru. Sebab, selama ini sudah banyak ditemukan peninggalan bersejarah yang serupa di berbagai lereng gunung lainnya, seperti Gunung Lawu, Arjuno, dan Gunung Penanggungan.

Prasasti logam perunggu yang ditemukan di Desa Ngadas itu kini belum diketahui isinya. Prasasti itu besar kemungkinan menjadi warisan turun-temurun yang dilimpahkan kepada salah satu keluarga penduduk dan dikemas dalam sebuah kotak.

“Kotak berisi prasasti logam itu tadinya tidak mau dibuka jika tanpa didampingi dukun dari Desa Ngadas dan Desa Ngadisari,” kata Dwi. Pengungkapan benda bersejarah ini menambah koleksi penemuan peninggalan bersejarah lainnya di bagian atas lereng Gunung Semeru. (NAW)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s