Rock Art of Borneo (Kalimantan)

Rock Art of Borneo (Kalimantan)
20.000 BC – 10.000 BC

source : ngm.nationalgeographic.comnews.nationalgeographic.comarchaeology.org, Wikipedial.Orgaliansyah80.blogspot.com,

The Tree of Life , Batang Garing, Pohon Kehidupan dari Gua Tewet
Photo by Peter Carsten

Para Arkeolog Perancis dan Indonesia dan cavers telah menemukan bukti pemukiman manusia dari (di) Zaman Batu (Stone Age) di gua-gua Kalimantan, Indonesia. Tulang manusia dan hewan, keramik, dan arang ditemukan di gua-gua menunjukkan bahwa manusia telah memasak dan makan di sana sekitar 10.000 tahun yang lalu.

Saat penemuan pada tahun 2003 itu (yang kemudian diumumkan dalam edisi Agustus 2005 National Geographic) peneliti mengamati dan memotret cetakan tangan dan desain kuno pada permukaan gua. Secara kebetulan, anggota tim menemukan sisa-sisa peninggalan manusia. Continue reading

Advertisements

Japan’s Javanese Connection

Japan’s Javanese Connection
by Ann Kumar (2004)
Australian National University

source : www.iias.nl,

Bronze bell
from the Middle Yayoi period
(c. 100BC-100AD)

It is part of our received wisdom that Japan has had very little historical connection with Java. This article argues that Java has, in fact, had a substantial influence on the development of early Japanese civilization and presents evidence of this contact.

It is known that Japan underwent a revolutionary transformation in the Yayoi period (from c. 300 BC to 250–300 AD) which saw the introduction of an advanced and expansionist wet-rice civilization, sophisticated metal-working and other technologies, a centralizing religion, and a hierarchical society culminating in a king/emperor. One of the great mysteries of Japanese history is why, after the 10,000-year stasis of the hunter-gatherer society of the preceding J_mon period, there was such a complete transformation in the Yayoi period. Continue reading

Gendang Perunggu Bali

Gendang Perunggu Bali

Periode : 600 BCE – 300 CE
Tipe : Alat Musik
Bahan : Perunggu
Ukuran : Tinggi: 161cm, Diam.:81cm
Dibuat di : Jawa Timur or Bali ?
Pemilik : Asian Civilisations Museum, Singapore

source : Asian Civilisations Museum, Singapore,

Gendang ini merupakan contoh langka sebuah gendang dengan ukuran sangat besar yang melambangkan ketinggian teknik pengecoran perunggu pada masa-masa awal di Asia Tenggara.
Gendang perunggu berbentuk jam pasir ini juga dikenal sebagai gendang bergaya Pejeng (desa Pejeng, Bali). Gendang perunggu ini memiliki motif bunga pada timpanum dengan wajah bermata melotot diantara pegangan di samping gendang.

Kapak Upacara Sulawesi

Kapak Upacara Sulawesi

Periode : 2500 BC
Bahan : Perunggu
Ukuran : 70,5 cm., 30 cm.
Pembuatan : Makassar, Sulawesi Selatan
Fungsi : Upacara
Pemilik : Museum Nasional Indonesia
Kondisi : Perfect Condition

source : Museum Nasional Indonesia

Sebuah kapak dengan ukuran yang relatif besar, digunakan untuk upacara tertentu dan dapat diisi dengan air sehingga juga bisa disebut sebagai wadah (bejana). Terdapat hiasan topeng dikombinasikan dengan motif garis horizontal dan berliku. Sisi-sisi yang dihiasi dengan desain tulang ikan. Kapak ini dibuat dalam cetakan ganda, permukaan kasar dan garis pemisah masih terlihat.

Budaya Megalith Sulawesi

Budaya Megalith Sulawesi

Taman Nasional Lore Lindu, Sulawesi Tengah
Masa : 3.000 sM (BC) s.d 1.300 M (AD)
Bahan : Batu Granit

source : Wikipedia.Orgtripransel.blogspot,  moxon.net,

Lore Lindu mempunyai lebih dari 400 buah megalith yang terbuat dari batu granit, dimana sekitar 30 berbentuk manusia, yang terdiri dari berbagai ukuran, dari mulai beberapa centimeter sampai dengan sekitar 4,5 meter.


Bentuk-bentuk lain dari budaya megalith di tempat ini adalah Kalamba (seperti pot/ember besar) dan Tutu’na (Penutup Kalamba). Dari berbagai penelitian arkeologi diketahui situs-situs di Lore Lindu ini mempunyai dating carving antara 3.000 SM (BC) s.d 1.300 M (AD). Continue reading