Temuan Prasasti Kemuning

Temuan Prasasti Kemuning
Dusun Kemuning, Desa Kranggan, Kec. Ngajum, Kab. Malang, Jawa Timur
Tahun Penemuan : 2008

source : mediaindonesia, wa-iki.blogspot,

Malang, Jawa Timur – Benda purbakala berbentuk prasasti yang ditemukan di Dusun Kemuning, Desa Kranggan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim) diperkirakan peninggalan Kerajaan Mataram kuno atau sebelum Kerajaan Singhasari.

Sejarawan Universitas Negeri Malang Blasius Suprapta kepada Media Indonesia, Jumat (17/10), mengatakan prasasti itu merupakan temuan penting dan sangat berarti bagi pengembangan penelitian sejarah.

“Dalam dunia ilmiah, prasasti itu merupakan temuan baru dan belum pernah diteliti oleh peneliti manapun,” ujarnya. Continue reading

Prasasti Bungkuk, Lampung

Prasasti Bungkuk, Lampung
Penemuan tanggal 08 Maret 1985
Aksara : Pallawa
Bahasa : Melayu Kuno

source : kekunaan.blogspot,

Prasasti BungkukPrasasti Bungkuk

Prasasti ini ditemukan di Desa Bungkuk, Kecamatan Marga Tiga, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung pada 8 Maret 1985. Penemuan prasasti ini terjadi secara kebetulan, ketika itu ada seorang warga pergi memancing di pinggir Way Batanghari yang melintas di Desa Bungkuk. Kail pancingnya tiba-tiba tersangkut oleh benda benda berat, sehingga pemancing menyempatkan diri turun ke sungai tersebut untuk melepaskan kail pancingnya agar supaya bisa digunakan lagi untuk memancing. Namun, ternyata pemancing menemukan batu berisi tulisan usai mau melepaskan kail pancing dari sangkutannya. Setelah dilaporkan kepada yang “berwajib”, diketahui bahwa batu bertulis tadi ternyata adalah prasasti.

Prasasti ini dipahatkan pada batu andesit, dengan memiliki ukuran tinggi 63 cm, tebal 63 cm, diameter atas 70 cm, dan diameter bawah 61 cm. Keadaannya sudah aus sehingga tidak dapat terbaca dengan lengkap. Prasasti ini terdiri dari 13 baris beraksara Pallawa, dan berbahasa Melayu Kuno.

Dari tulisan yang masih jelas dan dibaca oleh Boechari dan Hasan Djafar, diketahui bahwa prasasti ini berisi mengenai sumpah dan kutukan bagi mereka yang tidak tunduk dan berbuat jahat kepada Sriwijaya.

Berdasarkan paleografinya, prasasti ini diperkirakan berasal dari akhir abad ke-7 M, dan saat ini prasasti aslinya berada di Rumah Informasi Taman Purbakala Pugungraharjo yang terletak di Desa Pugungraharjo, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Sedangkan, di Museum Lampung juga terdapat replikanya yang dibuat pada tahun 1999 dengan No. Inventaris 3613. *** (310313)

Tiga Prasasti Ditemukan di Majene

Tiga Prasasti Kuno
Ditemukan di Majene, Sulbar
Kamis, 28 Juni 2012

source : metrotvnews, jejakcelebes.blogspot,

Jejak Celebes News, Majene : Tiga prasasti kuno ditemukan pada dua tempat yang berbeda di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Prasasti-prasasti itu diklaim sebagai penemuan pertama di kawasan Sulawesi.

Dua Prasasti prasasti ditemukan di Kecamatan Malunda. Masing-masing dengan panjang 50 sentimeter dan lebar 15 sentimeter. Satu lagi ditemukan di Kecamatan Banggae dengan panjang 50 sentimeter dan lebar40 sentimeter.

Pada awalnya prasasti tersebut ditemukan warga yang bekerja sebagai penambang batu. “Saat melihatnya, saya kaget dan seolah tidak percaya, sebab penemuan prasasti di Sulawesi belum pernah terjadi selama ini. Saya pastikan ini yang pertama di Sulawesi,” kata Kepala Museum Mandar Majene, Ahmad Hasan di Majene, Kamis (28/6).

Dia mengungkapkan prasasti yang pertama di temukan di linkungan Bukku, Kelurahan Banggae, Kecamatan Banggae, persis di dekat menhir pemujaan yang dikenal warga sekitar dengan sebutan Batu Miana. Dua buah prasasti lainnya ditemukan di sekitar Kota Tinggi, Kecamatan Malunda, dengan tulisan yang belum diketahui artinya.

“Salah satu prasasti yang ditemukan di Kecamatan Banggae berisi tulisan Lontara Mandar yang diperkirakan merupakan warisan dari abad ke-15. Namun tulisan yang tertera pada batu yang satunya belum diketahui tulisan apa, tapi kemungkinan huruf Pallawa,” terang Ahmad Hasan.

Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Majene, Mitthar Thala Ali mengatakan pihaknya akan melakukan kajian lebih lanjut atas penemuan benda yang memiliki nilai sejarah tersebut, bahkan bila perlu akan dilakukan kajian arkeologi.

Lokasi penemuan juga akan dilakukan pemagaran karena kemungkinan masih ada benda sejarah yang dapat ditemukan selah proses penelitian dilakukan oleh ahli arkeologi. Apalagi, dalam satu tempat biasanya terdapat berbagai macam prasasti yang bisa ditemukan. (Ant/BEY)

Prasasti Sapi Kerep

Prasasti Sapi Kerep
Penemuan Prasasti di Bulan Februari-Maret 2001
Intrik Berdarah tak Jemu-jemu
Kompas, 31 Maret 2003 (article dated)

source : Kompasasbabul-hikmah.tripod,

Ada temuan mutakhir berupa delapan lempeng tembaga Prasasti Sapi Kerep (berangka tahun 1275 Masehi) di sebuah sawah milik seorang petani di Desa Sapi Kerep, Kecamatan Sukapura, Probolinggo, Jawa Timur (Jatim), pada Februari-Maret 2001.

Pada Mei tahun yang sama, dari lapak penjual barang loak di Kediri Jatim, ditemukan pula tiga lempeng kelanjutan Prasasti Mula Malurung (berangka tahun 1255 Masehi). Sebelumnya pada tahun 1975 di daerah yang sama juga ditemukan 10 lempeng prasasti serupa. Kebenaran sejarah ternyata bersifat hipotetik. Sejarah dapat diperbarui atau direvisi, selama kajian terhadap penemuan-penemuan arkeologis yang menunjang masih terjadi. Ternyata kajian terhadap temuan Prasasti Mula Malurung dan Sapi Kerep ini terbukti merevisi sejarah Kerajaan Singosari yang kini berkembang. Continue reading